Afasia Subkortikal
subcortical aphasia
Ringkasan Singkat
Gangguan bahasa yang disebabkan oleh kerusakan pada struktur bagian dalam otak, seperti ganglia basalis, bukan pada korteks bahasa primer.
Afasia subkortikal adalah jenis gangguan komunikasi yang timbul akibat lesi atau kerusakan pada area di bawah korteks serebral, seperti talamus atau ganglia basalis (terutama nukleus kaudatus dan putamen). Hal ini membedakannya dari afasia klasik (seperti afasia Broca atau Wernicke) yang disebabkan oleh kerusakan langsung pada permukaan otak.
Gejala afasia subkortikal dapat bervariasi namun sering kali meliputi:
- Penurunan volume suara (hipofonia).
- Kesulitan dalam memulai pembicaraan.
- Parafasia (salah memilih kata atau bunyi).
- Kefasihan bicara yang fluktuatif namun pemahaman yang relatif lebih baik dibandingkan afasia kortikal.
Penelitian mengenai kondisi ini telah mengubah pemahaman kita bahwa fungsi bahasa tidak hanya terlokalisasi di korteks, tetapi melibatkan jaringan kompleks yang mencakup struktur subkortikal.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Alexander, M. P., & Naeser, M. A. (1988). Cortical-subcortical relationships in aphasia. Res. Publ. Assoc. Res. Nerv. Ment. Dis.
- Crosson, B. (1992). Subcortical Functions in Language and Memory. Guilford Press.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.